Skanegafest Volume 4: Hari Ulang Tahun Skanega Ke-21
Purnasemester ganjil tahun 2025-2026, Skanega (SMK Negeri 3 Kendal) kembali menyelenggarakan festival seni yang menjadi ajang perayaan ulang tahun sekolah
Detail berita
Purnasemester ganjil tahun 2025-2026, Skanega (SMK Negeri 3 Kendal) kembali menyelenggarakan festival seni yang menjadi ajang perayaan ulang tahun sekolah. Festival itu diintroduksikan oleh Keluarga Skanega sebagai Skanegafest (Skanega Festival). Skanegafest ini telah dilaksanakan selama empat kali berturut-turut, yakni pada tahun 2022—2025 ini, yang sudah menjadi budaya Skanega yang terlestari. Tiap-tiap Skanegafest diberi label volume untuk menyatakan urutan dan berapa kali gelarannya—tahun ini adalah Volume 4 yang berarti bahwa tahun ini adalah kali keempat dilaksanakannya. Skanega berdiri pada bulan November tahun 2004. Skanegafest ini memang terumus pergelarannya pada purnasemester karena alasan kalender pendidikan yang tidak mendukung kondisi pada bulan November yang masih di tahap kegiatan belajar mengajar (KBM). Biarpun begitu, Skanegafest tetap lancar berjalan dengan ekspektasi kolektif yang selalu berharap ke arah positif, tertib, meriah dan menghibur, serta masyuk dalam kobaran semangat menyambut usia sekolah yang kian menua—tetapi bertambah prestasi dan haru-bangganya
Maka dari itu, pada 2025, yakni usia ke-21 Skanega, Skanegafest telah diselenggarakan—keempat kalinya. Judul besar festival ini adalah Skanegafest Volume 4. Festival ini dilaksanakan tiga hari berturut-turut pada 9—11 Desember 2025. Kini, Skanegafest bertajuk “Manunggal Karsa Skanega XXI” yang bermakna ‘bersatu dalam tekad untuk kejayaan Skanega di hari ulang tahun skeolah’. Adapun acara ini berbarengan dengan pameran eksklusif dari jurusan RPL/PG, yakni SGAX (Skanegafest Game and Application Explore).
Skanegafest tentu beresnsi pada sebuah acara yang kaya intensi. Paling mencolok ialah mempererat hubungan guru, siswa, alumni, serta masyarakat yang telah mendukung perjalanan SMKN 3 Kendal. Bopongan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ialah salah satu dari banyak intensi Skanegafest. Dalam skala tiga tahun ke belakang, bopongan-bopongan sederhana ini dibuktikan oleh Keluarga Skanega dengan mempersilakan banyak bentuk UMKM untuk menempati banyak slot bazar yang teratur di rusuk Lapangan Utama Skanega. Ini menciptakan suatu simbiosis peruntungan dalam peluang ekslusif acara tahunan ini. Adapun tujuan lain dari festival ini, misalnya, ditujukan sebagai sarana pertumbuhan rasa persatuan dan kebersamaan seluruh warga sekolah dalam merayakan ulang gtahun SMKN 3 Kendal yang ke-21, memberikan wadah bagi siswa untuk meyalurkan kreativitas, bakat, dan potensi diri melalui kegiatan postif, meningkatkan semangat berprestasi dan tekad untuk membawa nama baik sekolah, serta menjadikan Skanegafest sebagai ajang edukatif, inspiratif, sekaligus hiburan yang membangkitkan rasa cingta budaya dan tanah air.
Skanegafest Volume 4 diikuti oleh seantero Keluarga Skanega, mencakup kepala sekolah, guru/staf karyawan dan siswa, serta alumni. Para siswa diberi keluangan untuk bebas memilih tempat sebagai suporter/peramai di sisi-sisi lapangan. Dengan demikian, bentuk antusiasme terbentuk dari kekompakan dukungan massal dari para siswa terhadap acara tersebut, mulai dari mengacuhkan UMKM hingga takberhenti memberi tepukan tangan karena siswa-siswa itu adalah “tokoh utama” dalam kesuksesan festival ini. Tiga hari berturut-turut tentu mencakup banyak kegiatan, seperti lomba gerak lagu anak PAUD/TK hingga festival musik dari grup musik-Jawa besar.
Hari Pertama: Kolaborasi Ceria bersama Anak PAUD-TK
Memasuki hari pertama Skanegafest, acara dibuka pukul 08.15 WIB dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” oleh hadirin. Penyanyian lagu kebangsaan (“Indonesia Raya”) dinyanyikan oleh hadirin—yang berdiri dengan “posisi siap”—hingga terdengar gema riuh, membuat bulu-bulu terangkat (merinding) saat mendengarnya. Setelah kegiatan khidmat itu, dilanjut dengan rangkaian penyambutan dari kepala sekolah dan panitia kegiatan Skanegafest. Sesudah itu, pengoordinasian kepada tetamu untuk pengalihan tempat duduk dan penukaran brosur/gelang. Setelah itu, Skanegafest ini memasuki substansinya: (1) penampilan Idakep Putri (Evrilya); (2) penampilan tim tampil dengan nomor urut 1, 2, 3, dan 4; (3) penampilan Tari Geol Denok Semarang (Freda Zahra); (4) penampilan tim tampil nomor urut 5, 6, 7, dan 8; (5) penampilan Blackpink-Jump (Tata); (6) penampilan tim tampil dengan nomor urut 9, 10, dan 11. Pemersembahan dari anak PAUD/TK itu menghibur sekali bagi hadirin, seolah mengingatkannya kembali (nostalgia) pada masa kecilnya. Tawaan dari hadirin meledak ketika salah satu anggota dari kelompok memarodikan pemimpin barisan upacara, “Siap, g’rak! Setengah lengan lencang kanan, g’rak! Tegak, g’rak! Hadap kanan, g’rak! Maju, jalan!” Keenam acara ini rampung sempurna sebelum azan Zuhur. Acara dijeda sejenak untuk mempersilakan kegiatan isama selama 55 menit lamanya. Setelah isama hari pertama, dilanjutkan dengan (7) pengunguman juara dan penyerahan hadiah serta hari pertama ini ditutup dengan (8) orgen tunggal. Kekompleksan delapan acara ini sukses dilakukan dalam hari pertama. Persembahan dari tim bernomor urut 1 hingga 11 adalah penampilan dari anak PAUD/TK. Berikut adalah daftar pemenang lomba.
1. Juara 1: TK Tunas Harapan
2. Juara 2: TK Dharma Wanita
3. Juara 3: RA Muslimat NU Limbangan
Hari Kedua: Aksi Kreatif Keluarga Skanega dalam Pensi Unggulan
Pada hari kedua Skanegafest, sistem persalonan (audio) terlihat lebih kompleks dan berjalan maksimal. Pengecekan salon dimulai dari pukul 07.00—09.00 WIB untuk mendapat kualitas audio yang suntuk karena pada hari kedua inilah Skanegafest menghadirkan bintang-bintang tamu masyhur yang amat spesial. Dilanjut dengan pembukaan oleh Pembawa Acara, dengan menyanyikan secara serentak lagu “Indonesia Raya”, “Himne SMK Negeri 3 Kendal”, dan “Mars SMK Negeri 3 Kendal”. Kemudian, persembahan flashmob dari bapak-ibu guru dengan durasi 10 menit, hal ini mencairkan persepsi para siswa apabila guru itu selalu serius dan terkenal dengan kepejurannya. Lalu, sampailah pada inti hari kedua, yakni pensi (pentas seni) unggulan oleh para siswa dan para guru. Pensi ini dibagi menjadi dua sesi karena keterpadatan jadwal yang berdurasi terbatas dan terbendung oleh isama. Dengan itu, pensi dibagi menjadi dua sesi, yakni dengan nama pengelompokan Pensi Siswa Sesi 1 (sebelum zuhur) dan Pensi Siswa Sesi 2 (bakda zuhur). Pensi Siswa Sesi 1 merupakan penampilan dari siswa-siswi unggulan. Pensi Siswa Sesi 1 itu sebagai berikut. (1) Tari Jaipong Nyi Ronggeng (Zavira); (2) Tari Satrio Piningit (Alifia); (3) Pencak Silat Skanega (Helmi), memperlihatkan keindahan seni bela diri tradisional dan berbagai atraksi yang disinkronkan dengan kemodernan; (4) The Brewoks (Pak Ghani), sebuah penampilan dari guru-guru Skanega yang memiliki ciri berewokan dengan menyanyikan lagu mandirinya; (5) Duet Vokal oleh Ibu Desi Umi Nurany dan Ibu Fitri Nuraeni, dengan menyanyikan lagu “Pupus” dari Dewa 19, duet ini berhasil menyatukan nasib seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan; (6) Tari Nusantara (Bu Istiqomah), penampilan dari guru-guru perempuan yang mempersembahkan tariannya; (7) Tari Solah (Tiffany); (8) Warok Suro Gunoseco dan Warok Cewek (Ndol Cs); (9) Duet Vokal (Fatya); (10) Tari Gendro (Natasya); (11) Tari Damar Kalamangsa (Sabna Dwi); (12) Tari Angguk Angglang (Eri Fitria); (13) Tari Asmara Putri (Yemimma). Sesudah sesi 1 itu, kegiatan dihentikan sejenak untuk melaksanakan isama selama 20 menit.
Setelah itu, masuklah kepada penampilan Pensi Siswa Sesi 2. Akan tetapi, karena cuaca tidak mendukung, yakni hujan deras sekali, sesi 2 ditunda hingga hujan sedikit reda selama 15 menit, tetapi hal itu dapat ditoleransi bersama dan tidak memadamkan kobaran semangat para siswa. Sesi 2 ini hanya memiliki dua kegiatan hingga dengan jadwal pulang, tetapi ini adalah acara yang dinantikan oleh hadirin, yakni (13) Frozen CS (Ahmad Tri) dan (14) Konco Syahdu, dengan menyanyikan lagu-lagu Jawa nan hit seperti “Aku Ikhlas”, “Dumes”, dan “Nemen”. Grup musik Konco Syahdu terjadwal di akhir kegiatan, hal itu membuat sarana pencairan suasana karena pada jam itu kelelahan membanjiri siswa, ditambah lagi saat itu cuaca sedang hujan deras. Hari kedua ini didominasi dengan persembahan dari Keluarga Skanega.
Hari Ketiga: Puncak Kemeriahan dengan Bintang Tamu Nasional
Puncak acara Skanegafest adalah hari ketiganya. Skanega menghadirkan bintang-bintang tamu terkenal di kalangan masyarakat Jawa. Puncak acara ini tidak hanya diikuti oleh Keluarga Skanega; banyak juga perwakilan hadir dari sekolah-sekolah lain yang seolah-olah merepresentasikan bahwa acara ini bukanlah sebuah acara biasa—tetapi acara ekslusif tahunan yang penuh kemeriahan kolektif.
Jadwal termuat bahwasanya puncak acara ini dimulai pukul 08.30 WIB. Parkiran motor yang semula tersebar di berbagai tempat, kini terpusat di barat Lapangan Basket. Tepi-tepi Lapangan Utama diberi sekat untuk pendukung ketertiban hadirin. Pengecekan-salon diulangi kembali sejak pukul 07.00—09.00. Pengecekan salon itu krusial sekali karena pada puncak acara inilah bintang tamu akan mempersembahkan kepiawaiannya.
Hari ketiga dibuka dengan apel bersama di Lapangan Basket. Apel pagi—yang berisi rancangan dan tata tertib acara—berbarengan dengan pemvalidasian tiket masuk berupa gelang yang dilaksanakan secara barisan teratur sesuai koordinasi panitia. Dilanjut oleh penampilan dari grup musik Java Sugar selama 60 menit. Java Sugar tampil dengan semangat musiknya mengover beberapa lagu populer Indonesia, seperti “Separuh Nafas”—walaupun itu versi koveran, tapi suasana yang didapat tiada pembeda antara orisinalnya. Setelah penampilan Java Sugar selesai, penampilan selanjutnya diteruskan dengan Sanseart selama 20 menit untuk persiapan memanggung setelah isama. Isama tetap berjalan dengan lancar seperti hari-hari sebelumnya. Sesudah isama dilaksanakan, penampilan Senseart barulah dimulai. Ini sebuah bonus tersendiri bagi Seansert karena ia terjadwal setelah isama yang membuat hadirin—yakni siswa-siswi—dalam kondisi stamina prima.
Bintang tamu selanjutnya adalah persembahan dari Nyok n Friend. Grup musik ini memberikan nuansa berbeda daripada umumnya. Ketika grup musik lainnya menawarkan nuansa musik pop, justru Nyok n Friend melemparkan musik-musik DJ (disc jockey). Diketahui bersama, bahwa kepopuleran musik DJ ini mulai merasuk pada jiwa-jiwa remaja karena ritme enerjik dan beat bass kuat yang membangkitkan semangat, menciptakan suasana seru untuk menari dan bersenang-senang. Hal itulah yang membuat Nyok n Friend sukses membangkitkan dan memancing energi penonton.
Sampailah kepada puncak acara—sekaligus puncak harapan. Hadirin/penonton—guru, siswa-siswi, dan tetamu—yang telah menunggu-nunggu dua hari terbayar rasa antrean dalam hatinya. Cukup dengan sapaan dari anggota Aftershine sudah menjadi bahan bakar semangat hadirin. Pembawaan lagu-lagu hit oleh Aftershine menggapai ujung hati penonton. Saat itu, Aftershine membawakan beberapa lagu Jawa yang populer, seperti “Sugeng Dalu” dan lain-lain. Semua penonton tersinkronasi dengan permainannya. Permainan dari basis dan drummer Aftershine telah merepresentasikan jam terbangnya—menggelegar, teratur, dan membuat besar “api semangat”. Suasana terdukung oleh hujan deras kala itu. Salah satu pembuat spesial Aftershine ini adalah transisinya dari lagu hit ke lantunan agamais. Terdengar jelas tadi lantunan selawat serentak dilafalkan. Momentum tercipta karena Aftershine hadir sebagai penutup acara—penutup acara eksklusif tahunan ini. Aftershine membawa energi tersendiri, menciptakan relasi batin yang kuat. Hal yang penonton tak ingin terima adalah ucapan salam penutup dari Aftershine. Cuaca tampak lebih tidak mendukung. Jadwal penampilan itu nyaris mepet dengan petang. Namun, penonton tetaplah ceria dan menerima semua itu—tetapi keceriaan itu merupakan akhir dari segala agenda Skanegafest Volume 4 ini dan dengan keceriaan itulah momen kebersamaan ini menjadi memori takterlupakan yang akan terus melekat kepada penonton yang menyaksikan festival ini dari awal hingga akhir.
Kesimpulan
Skanegafest Volume 4 ini lebih kompleks daripada tahun-tahun sebelumnya. Di tahun inilah, festival Skanega dilaksanakan dalam tiga hari—sedang tahun sebelumnya hanya dua hari. Skanegafest Volume 4 yang dilaksanakan pada 9—11 Desember 2025 menjadi cena nyata bahwa tradisi perayaan ulang tahun SMK Negeri 3 Kendal telah terpaut kuat sebagai kegiatan skala tahunan yang ditunggu-tunggu. Mengusung tema “Manunggal Karsa Skanega XXI”, festival ini berjaya memunculkan susuan acara yang tidak sekadar meriah dan menghibur, melainkan juga sarat makna—mulai dari lomba PAUD/TK, pesi siswa dan guru, hingga pada pucuk acara yang diisi oleh bintang-bintang tamu masyhur. Kehadiran UMKM, partisipasi guru dan siswa, serta keterlibatan sekolah-sekolah lain memperlihatkan bahwa Skanegafest sebagai momentum besar yang mempererat silaturahmi, kebersamaan, menumbuhkan daya cipta, dan memperkuat identitas Keluarga Skanega sebagai satu kesatuan yang kukuh.
Keberlangsungan Skanegafest selama tiga hari Skanegafest Volume 4, diharapkan seantero warga sekolah kian terpicu untuk menjaga kekompakan, meningkatkan daya inventif, serta memperluas prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Semoga kegiatan ini terus menjadi sarana atau ruang inspirasi bagi siswa untuk memublikasikan bakatnya, bagi guru untuk mendekatkan diri pada peserta didik, dan bagi masyarakan untuk terus mendukung perkembangan Skanega. Harapannya, pada tahun-tahun yang akan mendatang, Skanegafest dapat terlaksana dengan kualitas yang lebih baik, tertib, serta semakin makin membawa nama Skanega ke kejayaan dan kemandirian. Suatu tantangan tersendiri bagi Skanega adalah pemilihan bulan untuk melaksanakan festival ini karena bulan Desember adalah bulang penghujan yang cenderung ke arah tak mendukung berjalannya festival ini. Di sisi lain, Desember adalah satu-satunya bulan paling tepat karena purnasemester ada di bulan ini dan tiada lagi jadwal kegiatan belajar mengajar dalam kalender pendidikan.
Dengan berakhirnya penampilan Aftershine sebagai penutup puncak acara, usailah seluruh kegiatan Skanegafest Volume 4 tahun 2025. Kendati hujan turun dan kelelahan menyelimuti hadirin, kobaran semangat serta taraf antusias yang tercipta selama tiga hari penuh menjadikan festival ini sebagai sebuah memori berharga yang sulit dilupakan. Skanegafest adalah sebuah ruang kebersamaan yang menyatukan guru, siswa, serta alumni dalam berpedoman satu tujuan, yakni merayakan hari jadi Skanega dengan penuh haru, bangga, dan meriah. Semoga tradisi ini tetap lestari serta menjadi tonggak krusial dalam perjalanan Skanega menapaki usia-usia selanjutnya.
Penulis: Dewa Syailendra Ajie Putra
Kelas: X PPLG 3 (SMK Negeri 3 Kendal)


